Kenali Jenis Tepung Terigu dan Tips Memilihnya

Tepung terigu sudah dikenal sejak lama di Indonesia. Jenis tepung terigu juga banyak sekali macam dan ragamnya. Kata “terigu” sendiri diambil dari bahasa Portugis “trigo” yang berarti gandum. Pasalnya, tepung terigu terbuat dari gandum yang digiling hingga halus.

Kandungan tepung terigu pun terbilang sangat kaya. Nutrisi tersebut pun tetap akan terbawa saat tepung terigu diolah menjadi bahan makanan lainnya. Namun, tepung terigu juga menyimpan bahaya jika dikonsumsi terlalu banyak.

Bukan hanya di Indonesia, tepung terigu juga dikonsumsi di banyak negara, khususnya negara yang menjadikan roti sebagai makanan sehari-hari. Beberapa negara sudah menjadi pengekspor gandum besar ke seluruh dunia. Sebut saja Amerika, Kanada, Rusia, dan Australia.

Kandungan Tepung Terigu

Sebagai makanan pokok, tepung terigu punya kandungan yang sangat kaya. Berikut deretan nutrisi yang terdapat dalam 100 gram tepung terigu:

  • Energi 365 kkal
  • Protein 8,9 gram
  • Lemak 1,3 gram
  • Karbohidrat 77,3 gram
  • Kalsium 16 mg
  • Fosfor 106 mg
  • Zat besi 1 mg
  • Vitamin B1 0,12 mg
  • Vitamin B2 0,47 mg
  • Serat 0,3 gram
  • Air 11,8 gram

Selain mengandung banyak karbohidrat, tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten. Kandungan gluten ini yang membedakan antara terigu dengan tepung lainnya. Gluten adalah suatu senyawa pada terigu yang bersifat kenyal dan elastis, yang berperan dalam menentukan kualitas suatu makanan yang dihasilkannya. Semakin tinggi kadar gluten, semakin tinggi kadar protein dalam terigu tersebut. Kadar gluten dalam terigu, sangat tergantung dari jenis gandumnya.

tepung terigu
tepung terigu

Menurut kandungan proteinnya tersebut, jenis tepung terigu dibagi menjadi tiga yaitu, tepung terigu protein tinggi, tepung terigu protein sedang dan tepung terigu protein rendah. Penggunaan ketiga jenis tepung terigu ini akan mempengaruhi rasa dan tekstur makanan. Oleh karena itu, kita harus tahu dan bisa membedakan sebelum membeli supaya jangan sampai salah penggunaan.

Jenis Tepung Terigu

Salah satu produsen tepung terigu yang terkenal yaitu Bogasari. Bogasari mengeluarkan 3 varian tepung terigu mulai dari tepung terigu protein tinggi, sedang dan rendah.

Berikut ini adalah gambar 3 varian tepung terigu Bogasari mulai dari kiri tepung terigu protein tinggi adalah Cakra Kembar, tepung terigu protein sedang adalah Segitiga Biru, dan tepung terigu protein rendah adalah Kunci Biru.

jenis tepung terigu dari bogasari
jenis tepung terigu dari bogasari

1. Tepung Terigu Protein Tinggi

Tepung terigu protein tinggi dari Bogasari yaitu Bogasari Cakra Kembar. Jenis tepung terigu protein tinggi cocok digunakan untuk membuat roti dan mie, donat, roti tawar / manis dan martabak telur karena tinggi protein / gluten dengan kandungan gluten sebesar 12% hingga 14%, sifatnya elastis dan kenyal.

2. Tepung Terigu Protein Sedang

Tepung terigu Bogasari Segitiga Biru merupakan tepung terigu protein sedang. Tepung jenis ini dikenal juga all purpose flour karena penggunaannya sangat beragam mulai dari bolu, brownies, cake pisang, martabak manis, muffin, kue bulan, croissant, puff pastry, danish, bakpia, pastel, kroket, risoles dan masih banyak lagi. Tepung terigu protein sedang mengandung gluten sekitar 10,5% sampai 12%

3. Tepung Terigu Protein Rendah

Tepung terigu kunci biru adalah tepung terigu protein rendah. Cocok untuk kue kering, cake, biskuit, lapis legit, chiffon cake, sponge cake, waffle, crepes, pancake, kue cubit dan kerupuk. Sifat dari tepung terigu kunci biru tidak kenyal / tidak mengandung banyak gluten sehingga tekstur akhirnya lebih ringan dan fluffy. Kandungan gluten hanya sebesar 8% hingga 11% saja.

Cara Memilih Tepung Terigu

Selain merk tepung terigu yang disebutkan di atas, di pasaran masih banyak tepung terigu dari produsen dan merk lainnya. Oleh karena itu, sebagai konsumen harus jeli ketika memilih tepung terigu yang ada di pasaran agar tepung terigu yang kita konsumsi aman dan menghasilkan makanan yang enak. Berikut ini cara memilih tepung terigu:

1. Pilu sesuai kebutuhan

Seperti yang disebutkan di atas, jenis tepung terigu menurut kadar gluten atau kadar proteinnya ada tiga macam yaitu tepung terigu protein rendah, sedang dan tinggi. Anda haruse menyesuaikan tepung terigu yang akan dibeli dengan resep kue atau makanan yang akan kita buat. Jangan sampai salah pilih karena kalau salah pilih kue atau makanan yang kita buat tidak akan jadi sesuai dengan yang diharapkan

2. Perhatikan Tekstur dan Warnanya

Saat membeli tepung terigu, usahakan untuk memperhatikan tekstur, warna dan aroma tepung. Caranya dengan mengambil segenggam tepung terigu. Jika teksturnya halus, berarti kualitas tepung terigu masih baik. Tepung terigu yang aman dikonsumsi, biasanya memiliki warna kecokelatan yang berasal dari gandum utuh. Kemudian jangan pilih tepung terigu yang aromanya apek, karena kemungkinan tepung itu sudah kedaluwarsa dan kutuan.

3. Pilih yang Tersertifikasi

Tepung terigu yang aman dikonsumsi adalah tepung terigu yang sudah tersertifikasi. Pengolahan tepung terigu harus sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan. Jadi belilah produk tepung terigu yang sudah ada tulisan BPOM. Jika tepung terigunya impor, pilihlah tepung terigu yang sudah mendapat sertifikasi dari negara asalnya.